Senin 27 Nov 2023 17:09 WIB

Dewan Pakar TKN Tegaskan Contract Farming tak Bisa Gantikan Food Estate

Program Prabowo-Gibran akan menyempurnakan Food Estate menjadi Lumbung Pangan.

Pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menyampaikan komitmennya saat acara Rakornas  Gakkumdu di Jakarta, Senin (27/11/2023). Rakornas Gakkumdu ini dalam rangka meningkatkan soliditas sekaligus menyamakan pemahaman persepsi dalam sebuah penegakan hukum pemilu dalam mewujudkan keadilan pemilu. Rakornas ini mengangkat tema Gakkumdu Mengawal Pemilu 2024 yang Demokratis dan Bersahabat.
Foto: Republika/Prayogi
Pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menyampaikan komitmennya saat acara Rakornas Gakkumdu di Jakarta, Senin (27/11/2023). Rakornas Gakkumdu ini dalam rangka meningkatkan soliditas sekaligus menyamakan pemahaman persepsi dalam sebuah penegakan hukum pemilu dalam mewujudkan keadilan pemilu. Rakornas ini mengangkat tema Gakkumdu Mengawal Pemilu 2024 yang Demokratis dan Bersahabat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Sadar Subagyo menegaskan contract farming yang ditawarkan Anies Baswedan tak bisa menggantikan peran Food Estate. Calon Presiden Nomor urut 1 Anies Baswedan sebelumnya mengkritik program Food Estate yang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) Presiden Joko Widodo.

Contract Farming itu untuk menjamin kepastian pasok dan harga jual. Sedangkan Food Estate adalah perluasan area tanam untuk meningkatkan produksi. Ini solusi berbeda, untuk masalah yang berbeda,” tegas Sadar Subagyo dalam keterangan, Senin (27/11/2023).

Baca Juga

Sadar menambahkan, Program Prabowo-Gibran justru menggabungkan dua hal tersebut. “Yang Ideal adalah penggabungan antara Contract Farming dan Food Estate. Petani bisa melakukan kontrak dengan Bulog dengan kepastian pasok misalnya, 1 juta ton beras di tahun ke-4 setelah kontrak, dengan harga tertentu, ini contoh contract farming,” ujar Sadar.

“Nah, untuk menyediakan beras tersebut, petani kemudian dalam waktu tiga tahun membuka Food Estate misalnya seluas 300 ribu hektare untuk memenuhi kontrak tersebut,” kata dia menambahkan.

Dewan Pakar TKN menegaskan, pasangan Prabowo-Gibran berkomitmen melanjutkan program Food Estate dengan berbagai penyempurnaan. Food Estate termasuk dari salah satu program prioritas dari visi misi Prabowo-Gibran tersebut terkait dengan Swasembada Pangan, Energi, dan Air.

Yakni, dengan melanjutkan dan menyempurnakan program Kawasan Sentra Produksi Pangan atau Food Estate. Terutama untuk padi, jagung, singkong, kedelai, dan tebu.

"Ditargetkan minimal 4 juta hektare tambahan luas panen tanaman pangan tercapai pada tahun 2029. Itu sudah ada di program dan di Astacita yang ke-2,” tegas Sadar Subagyo.

Penyempurnaan Food Estate Prabowo-Gibran, kelak jika terpilih, menyangkut penggunaan istilah ‘Lumbung Pangan’ sebagai sebuah kawasan pangan yang luas dimana teknik-teknik intensifikasi diaplikasikan. “Lumbung Pangan akan dikembangkan dengan unit produksi modern namun tetap melibatkan partisipasi masyarakat atau petani. Nantinya manfaat terbesar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Sadar Subagyo.

Selain itu, pembangunan Lumbung Pangan akan dilakukan secara terintegrasi. Mulai dari desa, daerah, dan nasional. "Menyangkut on farm, off farm, agroindustri, pengolahan hasil, dan hilirisasi bernilai tambah. Ini penting untuk kita bisa mencapai swasembada," tutupnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement