Jumat 01 Dec 2023 22:38 WIB

Singgung Format Debat Cawapres, Mahfud: Menjadi Calon Harus Siap dan Perlihatkan Kemampuan

Debat merupakan salah satu sarana bagi masyarakat untuk mengenal capres dan cawapres.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Andri Saubani
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) yang juga cawapres nomor urut 3, Mahfud MD menanggapi pernyataan mantan ketua Komisi Pemebrantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo terkait Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta dihentikannya penyelidikan kasus E-KTP, di Pandeglang, Banten, Jumat (1/12/2023).
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) yang juga cawapres nomor urut 3, Mahfud MD menanggapi pernyataan mantan ketua Komisi Pemebrantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo terkait Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta dihentikannya penyelidikan kasus E-KTP, di Pandeglang, Banten, Jumat (1/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD mengaku siap dengan debat yang akan dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurutnya, semua calon RI 2 harus siap dengan adanya debat ketika memutuskan untuk maju pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

"Ketika bersedia menjadi calon, dengan segala yang ada harus siap berdebat dan memperlihatkan kemampuan, itu kan bagian dari proses seleksi dari masyarakat," ujar Mahfud kepada wartawan, Jumat (1/12/2023).

Baca Juga

Menurutnya, debat merupakan salah satu sarana bagi masyarakat untuk mengenal capres dan cawapresnya. "Seleksi oleh masyarakat, tidak ya bagi saya ndak perlu persiapan-persiapan khusus," ujar Mahfud.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan lima kali debat Pilpres 2024 semuanya akan dihadiri secara bersamaan oleh pasangan capres-cawapres. Tidak ada putaran debat yang secara terpisah khusus dihadiri capres atau cawapres saja seperti Pilpres 2019.

Ketua KPU Hasyim Asy'ari menjelaskan, lima putaran debat pada dasarnya terdiri atas tiga kali debat antarcapres dan dua kali antarcawapres. Kendati begitu, dalam lima kali debat itu pasangan capres-cawapres selalu hadir bersamaan. Hanya porsi berbicaranya yang dibedakan.

"Lima kali debat itu pasangan calon semuanya hadir. Hanya saja, proporsi bicaranya yang berbeda. Pada saat debat capres, maka proporsinya capres untuk bicara lebih banyak. Ketika debat cawapres proporsinya untuk cawapres lebih banyak," ujar Hasyim.

Sebagai perbandingan, lima putaran debat Pilpres 2019 digelar dengan format berbeda. Ajang adu gagasan itu digelar dengan komposisi dua kali debat dihadiri pasangan capres-cawapres, dua kali debat hanya dihadiri capres, dan satu kali debat khusus dihadiri cawapres.

Hasyim mengatakan, debat Pilpres 2024 selalu menghadirkan pasangan capres-cawapres secara bersamaan bertujuan untuk menunjukkan kekompakan mereka kepada publik. "Supaya publik makin yakin lah teamwork antara capres dan cawapres dalam penampilan di debat," ujarnya.

Dia menyebut, format debat Pilpres 2024 itu merupakan kesepakatan antara KPU dan perwakilan tim sukses tiga pasangan capres-cawapres. Kesepakatan dibuat dalam pertemuan di Kantor KPU RI, Rabu (29/11/2023).

"Ini kan kita bicarakan, kita sepakati baiknya yang mana. Ini (format debat pasangan hadir selalu) salah satu kesepakatan yang kita capai," ujar Hasyim, yang pada Pilpres 2019 juga menjabat sebagai komisioner KPU.

photo
Angka Elektabilitas Capres-Cawapres November 2023 - (infografis Republika)

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement