Senin 04 Dec 2023 23:59 WIB

Rumah Sakit Jiwa Dr Arif Zainudin Solo Siap Tampung Caleg Gagal di Pemilu 2024

RSJD Dr Arif Zainudin Solo siapkan kamar perawatan untuk caleg gagal

Rep: C02/ Red: Nashih Nashrullah
Ruang VIP RSJD Arif Zainudin. Penampakan ruang VIP yang bisa digunakan caleg depresi akibat tak terpilih di pemilu 2024 di RSJD Arif Zainudin, Senin (4/12/2023).
Foto: Dok Istimewa
Ruang VIP RSJD Arif Zainudin. Penampakan ruang VIP yang bisa digunakan caleg depresi akibat tak terpilih di pemilu 2024 di RSJD Arif Zainudin, Senin (4/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID,  SOLO–Jelang Pemilu 2024, Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr Arif Zainudin siap untuk merawat para caleg yang depresi karena gagal di puncak pesta demokrasi tersebut. 

Wakil Direktur Pelayanan RSJD Kota Solo, dr Wahyu Nur Ambarwati mengatakan ada 16 kamar VIP untuk memberikan ruang privat. Namun, ia mengatakan kamar tersebut tak khusus untuk caleg saja. 

Baca Juga

"Untuk persiapan rawat inap kita ada bangsal baru ,bangsal VIP walaupun mungkin kita nggak memilah untuk tahun Politik, kalau misal itu dampak dari proses ini bisa, tidak kita spesifikasi. Kalau caleg pengen privasi di situ bisa di VIP," kata Ambar, Senin (4/12).

Ambar mengatakan salah satu sebabnya caleg depresi atau kesehatan mentalnya terguncang lantaran tidak terpilih dalam pemilu. Oleh sebab itu, meskipun tak ada persiapan khusus namun sudah ada konsolidasi dengan fungsional pelayanan psikolog, perawat, dokter untuk hal-hal yang mungkinkan terjadi. 

"Salah satunya ya itu tadi dampak dari politik itu ada kekecewaan atau kondisi berkaitan mental health. Bisa rawat jalan atau inap. Untuk rawat jalan kita ada konsultasi telekomunikasi," katanya. 

"Tidak hanya yang sudah keluar modal banyak, mungkin juga menanggung malu tidak sesuai dengan harapan. Masuknya itu biasanya setelah pemilu, kalau yang sebelum itu biasanya hanya cemas," katanya. 

Ambar juga menjelaskan selain caleg ada juga keluarganya atau timsesnya yang gagal harus menjalani perawatan. "Itu nggak harus caleg yang masuk tapi ada juga keluarga dan timsesnya, mereka ikut terdampak juga. Itu ada yang rawat jalan, ada juga yang rawat inap," katanya.

Selain itu, pihaknya mengatakan gejala yang dialami bisa bervariasi. Mulai dari gejala ringan hingga berat. 

Baca juga: Heboh Wolbachia, Ini Tafsir dan Rahasia Nyamuk yang Diabadikan Alquran Surat Al-Baqarah

"Kalau yang berat itu biasanya sudah ada gangguan halusinasi, bicara mulai melantur. Kalau yang ringan dan sedang itu seperti cemas, depresi, jadi tidak semangat hingga tidak punya rasa senang,"

Ambar juga mengatakan kasus di pemilu sebelumnya pasien calegnya tidak sampai dari 10 orang. Perawatan pasiennya pun tak berlangsung lama. Dimana ada yang dirawat sepekan hingga 2 pekan.

"Untuk Pemilu 2019 lalu jumlahnya itu tidak sampai sepuluh, mereka berasal dari daerah Soloraya, itu semua rawat inap 7-15 hari," katanya mengakhiri.  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement