Selasa 05 Dec 2023 09:30 WIB

Mahfud Ajak Warga Pesantren Menggunakan Hak Pilihnya

Mahfud menegaskan politik bukan sesuatu yang kotor, yang kotor pemainnya.

Calon Wakil Presiden RI Mahfud Md. usai menghadiri
Foto: ANTARA/Rizka Khaerunnisa
Calon Wakil Presiden RI Mahfud Md. usai menghadiri "Dialog Kebangsaan" di Pondok Pesantren Annida Al Islamy, Bekasi, Senin (04/12/2023) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD mengajak seluruh warga pesantren yang memiliki hak konstitusional untuk menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2024. Hal ini disampaikan Mahfud saat bersilaturahim bersama kiai se-Kabupaten/Kota Bekasi di Pondok Pesantren Ma'had Anida Al-Islamy, Kota Bekasi, Senin (4/12/2023) malam.

Mahfud menilai umat Islam harus mengawal politik. “Jika tidak, maka negara akan gagal,” ujar Mahfud, Senin.

Baca Juga

Menko Polhukam ini menambahkan, dalam berpolitik, umat Islam juga harus memelihara nilai-nilai luhur dari kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara. Menurut Mahfud, masyarakat masih kerap menyalahartikan politik sebagai sesuatu yang kotor.

Padahal, menurut dia, yang kotor adalah para pemain politik di dalamnya. Politik itu sendiri tidaklah bersifat kotor. "Kadang kala politik itu sering diartikan kotor. 'Ih, jangan berpolitik kamu, politik itu kotor'. Enggak. Yang kotor itu pemainnya," tegas Mahfud.

Ia bercerita, dulu Nabi Muhammad langsung mendirikan negara begitu datang ke Madinah. “Madina dulu namanya Yatsrib. Saat nabi datang, Yatsrib belum teratur. Ada diskriminasi antarkelompok, suku. Lalu nabi mendirikan negara bernama Madinah, Al Madinah,” ujarnya.

Karena itu, Mahfud meminta agar warga pesantren untuk bisa menjaga negara bernama Indonesia. “Indonesia yang sudah didirikan bapak pendiri bangsa ini harus benar-benar kita dengan baik,” katanya.

Cawapres dari Capres Ganjar ini menyebut, rakyat sesungguhnya ikut memerintah negara melalui wakil dan pemimpin yang dipilihnya sendiri. Maka, momentum pemilu menjadi hal penting bagi seluruh rakyat untuk menggunakan hak suaranya sebaik mungkin.

 

"Karena pemilu itu adalah tugas konstitusional pemerintah dan rakyat, kita semua, menurut salah satu fatwa mengatakan bahwa wajib menyelenggarakan pemilu. Dalam hal ini memberi suara. Memberi suara, ya, bukan membeli (suara)," kata dia.

Mahfud pun mempersilakan masyarakat memilih para calon pemimpin yang sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Dia berpesan agar masyarakat memilih calon pemimpin sesuai dengan hati nurani dan tidak dilandaskan politik uang.

 

"Mari kita sukseskan pemilu yang akan datang ini untuk menjaga negara RI sebagai negara kesatuan. Pemilihnya harus beradab, bermartabat," ujar dia.

Dalam kunjungannya ke Ponpes Ma'had Anida Al-Islamy, Mahfud didampingi Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT). Usai berbincang dengan pengurus ponpes, Mahfud menyempatkan diri ziarah ke makam pendiri ponpes Anninda Al-Islamy, KH Muhammad Muhajirin Amsar Addaary.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement