Ahad 10 Dec 2023 10:10 WIB

Mahfud Janji Bersama Ganjar akan Libas Koruptor

Mahfud meminta korupsi jangan dianggap budaya, karena negara akan hancur.

Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD saat menyampaikan Orasi Kebangsaan Hari Anti Korupsi Sedunia, di Bandung, Sabtu (9/12/2023).
Foto: ANTARA/HO-Tim Media Mahfud Md
Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD saat menyampaikan Orasi Kebangsaan Hari Anti Korupsi Sedunia, di Bandung, Sabtu (9/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 3 Mahfud MD mengibaratkan duet Capres-Cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud seperti peluru tak terkendali untuk koruptor. Mahfud menegaskan, Paslon Ganjar-Mahfud akan melibas dan memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di Indonesia.

Hal itu disampaikan Mahfud saat Orasi Kebangsaan Hari Anti Korupsi Sedunia, di Hotel Grand Preanger, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2023). Mahfud mengingatkan dirinya dan Ganjar mempunyai sifat pemberani. 

Baca Juga

Menko Polhukam ini melontarkan ancaman bahwa sudah semestinya para koruptor takut terhadap pasangan nomor urut 3 itu. "Hati-hati bahwa kami adalah peluru tak terkendali untuk melibas dan memberantas korupsi," kata Mahfud dikutip melalui keterangan pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (9/12/2023).

Mahfud juga menegaskan bahwa pasangan capres-cawapres nomor urut 3 itu memegang tiga janji atau prinsip utama antara lain taat pada Tuhan, patuh pada hukum, serta setia pada rakyat.

Bertepatan pada Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, Mahfud mengajak ratusan relawan di Bandung, yang didominasi generasi Z dan milenial, untuk sama-sama berkomitmen dan terlibat dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Menurut Mahfud, hari antikorupsi sedunia merupakan momentum untuk kembali menggelorakan pemberantasan korupsi.

Korupsi, kata dia, bukanlah budaya, melainkan kejahatan. “Kalau korupsi dianggap budaya, bisa dipastikan negara itu akan hancur,” ujar dia.

Cawapres yang diusung parpol PDIP, PPP, Perindo, dan Hanura ini menyebut akibat korupsi yang merajalela, berdasarkan survei Transparansi Internasional, IPK Indonesia pada 2022 turun empat poin menjadi 34 dari skor 0-100. Turunnya IPK Indonesia ini membuat Indonesia berada pada posisi 110 dari 180 negara terkorup. 

“Mengapa skor Indonesia turun? Ini dimulai sejak terjadinya pelemahan KPK melalui revisi Undang-undang KPK pada 2019,” ujar dia.

Mahfud menegaskan, korupsi yang masih merajalela ini mencoreng nama bangsa. Korupsi, kata dia, merusak dan menghancurkan berbagai sendiri kehidupan manusia. Mulai bidang social, politik, ekonomi,  budaya, demokrasi, dan agama.

“Sering orang korupsi itu mencari dalil-dalil pembenaran agama. Kita sering lihat koruptor yang semula bercelana pendek tiba-tiba mengenakan jilbab ketika ditangkap, ngajak kiai, menyebut suaminya baik-baik,” kata Menko Polhukam ini.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement