Senin 04 Dec 2023 13:31 WIB

KPU akan Rapat Lagi dengan Tim Paslon Bahas Format Debat Pilpres 2024

KPU memastikan debat Pilpres 2024 akan digelar sebanyak lima kali.

Rep: Febryan A/ Red: Andri Saubani
Anggota KPU RI Idham Holik saat memberikan keterangan di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (18/8/2023). Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan sebanyak 9.925 bakal calon anggota legislatif (bacaleg) DPR RI dalam daftar calon sementara (DCS) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Sebanyak 9.925 nama yang sudah ditetapkan dalam DCS tersebut akan diumumkan pada 19 Agustus hingga 23 Agustus 2023.
Foto: Prayogi/Republika
Anggota KPU RI Idham Holik saat memberikan keterangan di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (18/8/2023). Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan sebanyak 9.925 bakal calon anggota legislatif (bacaleg) DPR RI dalam daftar calon sementara (DCS) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Sebanyak 9.925 nama yang sudah ditetapkan dalam DCS tersebut akan diumumkan pada 19 Agustus hingga 23 Agustus 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner KPU RI Idham Holik mengatakan, format debat kandidat Pilpres 2024 yang akan dihadiri bersamaan oleh capres dan cawapres belum diputuskan. Keputusan akhir soal format debat akan diambil dalam rapat bersama perwakilan tim sukses masing-masing pasangan calon.

"Dalam waktu dekat akan ada rapat koordinasi kembali dengan tim kampanye," kata Ihdam ketika ditanya soal format debat berdampingan ditolak oleh dua paslon, kepada wartawan, Senin (4/12/2023).

Baca Juga

Dalam rapat itu, kata Idham, akan dibuat pula peraturan tertulis mengenai tata tertib debat. Dia belum bisa menyampaikan waktu pelaksanaan rapat tersebut.

Meski format debat masih akan dibahas kembali, Idham memastikan bahwa debat akan digelar sebanyak lima kali. Terdiri atas tiga kali debat capres dan dua kali debat cawapres sesuai UU Pemilu.

Sebelumnya, Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari menyampaikan bahwa pasangan capres-cawapres hadir bersamaan dalam lima kali ajang adu gagasan itu. Karena pasangan capres-cawapres selalu hadir, perbedaan setiap debat hanya porsi bicaranya. 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement