Kamis 07 Dec 2023 20:04 WIB

Gibran Akui Salah, Jarnas 98: Sosok Pemimpin yang Langka

Sangap meminta semua pihak tak lagi menggunjingkan Gibran.

Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka bersama mantan atlet legendaris Indonesia, Taufik Hidayat berkaitan bulutangkis di GBK Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (4/12/2023).
Foto: Republika/Febryan A
Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka bersama mantan atlet legendaris Indonesia, Taufik Hidayat berkaitan bulutangkis di GBK Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (4/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Jaringan Aktivis Nasional (Jarnas) 98, Sangap Surbakti memuji keberanian Gibran Rakabuming Raka meminta maaf secara terbuka di depan awak media atas kesalahan pernyataan "Asam Sulfat" yang dibutuhkan ibu hamil.

"Saya pikir, kita ini manusia merupakan tempatnya salah. Kematangan manusia dapat dilihat, ketika berbuat salah, kemudian mengakui dan meminta maaf secara terbuka pula," kata Sangap saat dihubungi awak media, Kamis (7/12).

Baca Juga

Kata Sangap, permintaan maaf yang disampaikan Gibran seharusnya mendapat acungan jempol. Sebab, Gibran mengakui pernyataan yang dia sampaikan itu keliru dan langsung menyampaikan permintaan maaf atas kekeliruan tersebut.

"Ada pihak di mana mengaku doyan nonton bokep, malah bangga. Sampai hari ini, tidak pernah meminta maaf. Padahal, menurut saya doyan nonton bokep itu penyimpangan seksual, lho. Itu kok ngk jadi perginjingan?," tegas Sangap.

"Ada juga pihak, di awal kampanye mengaku bisa menghilangkan banjir. Namun ketika ditanya kenapa masih ada banjir, malah ngeles "banjir masih, ya memang masih banjir, betul. Itu faktanya", bukannya minta maaf dan memperbaiki agar tidak banjir," sambung Sangap.

Sangap pun meminta semua pihak untuk tak lagi mempergunjingkan kekeliruan yang dilakukan Gibran tersebut. Mereka, lanjut Sangap, diminta untuk bercermin atas sikap dan tindakan mereka terlebih dahulu sebelum menghakimi pendamping Prabowo itu di Pilpres 2024.

"Saya tantang mereka, apakah tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya? Kalau mereka bilang tidak pernah, saya yakin mereka itu manusia munafik," kata Sangap.

"Kita jangan berkutat pada kekeliruan itu. Pandangan kita harus dibalik. Berani berbuat salah, berani juga meminta maaf. Ini sosok pemimpin yang langka, lho. Pemimpin yang begini harus kita dukung," lanjut Sangap.

"Kita dulu pernah punya pemimpin, jual aset negara. Anak buahnya dipenjara, tapi sampai hari ini tidak ada tuh saya dengar minta maaf. Mau dapat pemimpin yang begitu," tandasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement