Selasa 09 Jan 2024 19:09 WIB

Jokowi Kritik Debat, Ganjar: Saya tak Menyerang Pribadi

Ganjar menegaskan bahwa yang ia kritisi adalah kebijakan pemerintah.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Teguh Firmansyah
Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo menanggapi singkat pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut tak semua data pertahanan negara dapat dibuka, di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta, Senin (8/1/2024).
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo menanggapi singkat pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut tak semua data pertahanan negara dapat dibuka, di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta, Senin (8/1/2024).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut debat justru menjadi ajang menyerang personal. Namun, Ganjar menyebut bahwa ia tak menyerang pribadi Anies Rasyid Baswedan dan Prabowo Subianto.

"Kalau saya rasanya tidak pernah sekali pun menyerang Pak Prabowo dan Mas Anies secara pribadi. Itu nggak," ujar Ganjar lewat keterangannya, Selasa (9/1/2024).

Baca Juga

Menurut Ganjar, yang ia kritisi adalah kebijakan pemerintah sesuai tema debat pada Ahad (7/1/2024). Yakni, pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik. 

Ia pun tetap konsisten menyampaikan visi-misi yag diusung pasangan calon nomor urut 3. Terutama terkait bidang pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik agar diketahui masyarakat. 

"Semua yang saya sampaikan visi-misi, bagaimana diplomasi internasional kita, bagaimana kelembagaan kita, bagaimana fighting pada kondisi hari ini, bagaimana alat dari luar negeri kita pakai untuk kepentingan dalam negeri fokus pada ekonomi," ujar Ganjar.

Untuk pertahanan, semua harus mendapat perhatian. Khususnya untuk pertahanan laut lewat dibentuknya Garda Samudera.

"Bagaimana anggaran 1 sampai 2 persen dari PDB itu adalah target yang mau kita capai untuk anggranpertahanan, lho itu visi saya, gitu lho, jadi saya sampaikan karena saya ingin mengedukasi," ujar mantan gubernur Jawa Tengah itu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut memberikan tanggapannya soal pelaksanaan debat capres ketiga yang berlangsung pada Ahad (7/1/2024) malam di Istora, Jakarta. Jokowi pun menyayangkan para capres yang berdebat justru saling menyerang personal masing-masing.

Menurut Jokowi, dalam debat tersebut para capres justru tidak memperlihatkan substansi dari masing-masing visinya. Ia berpendapat, saling serang dalam debat diperlukan selama terkait dengan kebijakan dan visi.

"Ya yang pertama, memang saya melihat substansi dari visinya malah tidak kelihatan. Yang kelihatan justru saling menyerang, yang sebetulnya ga apa-apa asal kebijakan, asal policy, asal visi ga apa-apa," ujar Jokowi saat memberikan keterangan pers di Serang, Banten, Senin (8/1/2024).

 

Advertisement
Berita Lainnya